Terkubur di Bawah Bathtub 7 Minggu, Bonny Tetap Hidup

Berlin – Mungkin mitos yang menyebutkan kalau kucing mempunyai tujuh nyawa bisa dibilang benar. Bonny, seekor kucing Jerman berusia empat tahun membuktikannya setelah dia mampu bertahan hidup setelah di bawah bathtub selama tujuh minggu.

“Ini sebuah keajaiban, sulit dipercaya, saya pikir dia mempunyai malaikat penjaga. Saya sangat senang sekali,”ujar sang pemilik Monika Hoppert,di kediamannya di pinggiran barat kota Stadthagen, Jerman, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (26/8/2008).

Bonny menghilang sejak tanggal 19 Juni lalu. Kucing berwarna hitam itu terakhir kali terlihat bermain di sekitar bathtub yang sedang diperbaiki, di apartemen di sebelah kediaman mereka.

Hoppert menceritakan, sebelum bak mandi yang sedang diperbaiki itu akan ditutup lagi, Bonny merangkak ke bawah bak mandi tersebut.

Setelah sempat menghilang, akhirnya Bonny ditemukan pada tanggal 8 Agustus 2008, setelah sang tetangga mendengar suara rintihannya di balik keramik bak mandi. Saat ditemukan, berat badannya turun drastis dari 6 kilogram menjadi 2 kilogram.

“Saya masih tidak percaya. Tapi ketika saya turun kebawah, saya tahu itu kucing saya, karena dia punya suara yang khas,” ujar Hoppert.

Menurut Hoppert keadaan Bonny sendiri masih lemah, tapi perawatnya menyarankan agar Bonny diberi makanan khusus untuk kucing.

“Dia hampir normal kembali sekarang. Pagi ini untuk pertama kalinya lagi dia melompat ke ranjang saya,” sahut janda berusia 60 tahun ini bahagia.
(crn/nwk)

Disadur dari: detiknews.com

“kapan lulus Men?” dan Matematika Politik

matematika politik itu mudah??!!!

matematika politik itu mudah??!!!

Ada yang comment banyak tentang kapan aku lulus, banyak yang bilang terutama teman seangkatanku di Jurusan…. “Kapan lulus Men?” Aku jur menjawab 2009…
Sebenarnya jawabn itu cukup miris juga diatiku, yah setidaknya jawaban itu mengenai hal yang sangat krusial… dilain pihak aku termotivasi namun dipihak lain tuntutan rasa ‘malu’ tetap menjadi sebuah beban psikis…
Seperti sihir yang begitu mengerikan daripada santet yang berbahaya sekalipun…
LULUS, WISUDA, KERJA, NIKAH, PUNYA ANAK, PUNYA CUCU, TUA MATI…. SETELAH ITU APA?? SURGA? NERAKA? AKHERAT YANG TIDAK KEKAL? (kata sebuah judul buku)…
UHHHHHHHHH……….
Namun mau gak mau akhirnya aku start semester ini untuk ngerjain skripsi… menuntaskan salah satu kewajiban dan beban hidup… dimulai dari LULUS…..
SKRIPSI…. Banyak tema yang berputas di otak… Namun skripsi kali ini tidak harus muluk cukup realistis mengangkat tema tentang model “matematika politik”… Ini seh masih rencana karena aku benar-benar ngebet banget dengan rumusan matematika politik yang berjalan seperti konsep pantarei…
Inspirasinya adalah dikusi-diskusi maraton dengan berbagai kawan-kawan..
Dan analisis sederhana atas hasil pilkada Jatim dan 4 Pilkada Bupati pada waktu bersamaan di JAtim yaiyu di Bondowoso, Lumajang, Kota Malang dan Jombang…
Aku menginsiprasi ini ketika, fenomena berbagai lembaga survey yang tergabung dalam tim pemenangan di Pilakada Jatim putaran dua tidak sesuai prediksi. Catatan kecilku menyebutkan hampir seluruh lembaga survey Nasional mengeluarkan angka utnuk pilkada JAtim diatas 30%, prediksi ini menyiratkan bahwa Pilakada Jatim hampir dipastikan satu putaran saja. Dan prediksi ini dikeluarkan pada tanggal 21, 22 Juli 2008, dua hari dan sehari sebelum Pilkada dilaksanakan.
Tetapi fakta dilapangan bergerak dan berkata beda, tanggal 23 Juli 2008 lembaga penghitungan cepat yang ada memperkirakan Pilkada Jatim hampir dipastikan dua putaran karena tidak ada satu calonpun yang mencapai syarat minimal… Tentu ini bertoalk belakang dengan hasil survey sebelumnya
Dan menariknya lagi, Pasangan Kaji yang menang di Bondowoso terang-terang diusung PPP ternyat calon Bupati dari PPP di Bondowoso Kalah, di Lumajang Calon dari Golakr untuk Pilkada Jatim yaitu Salam kalah tetapi Bupati yang diusung P. Golkar menang, di Kota Malang demikian juga PDI-P yang mengusung SR untuk Jatim kalah tetapi wali kota Malang yang diusung PDI-P Menang, di Jombang juga demikian PDI-P menang untuk Bupati tapi kalah untuk Gubernur. Fenomena ini menarik sekaligus menarik perhatianku sejenak ke[ada gagasan Jusuf Kalla tentang wacana menjadikan satu pilpres, pilkada gubernur dan pilkada bupati beberapa waktu lalu. Nah, kemudian apakah bisa dikondisikan saat koalisi pusat bisa sampai kepada koalisi daerah? Apa yang terjadi sih dengan sistempolitik kita?
————————
Kembali ke Ramalan Politik. Apakah bisa disimpulkan bahwa teori tentang behavioralisme politik (perilaku politik) yang banyak dijadikan acuan dasar untuk survey ini sudah usang. Atau jangan-jangan teori yang digunakan masih tetap tidak mengacu pada kondisi kultural bangsa ini. Aku teringat kemudian bagan dari Galtung bagaimana perputaran dan pertukaran teori sejatinya i berlangsung…

Nah, aku berpikir sederhana, bisakah kemudian matematika politik untuk ruang-ruang election ini bisa diperbaharui? Karena dari diskusi dan fakta lapangan yang ada, tingkat ketepatan ramalan pilkades di sebuah desa memiliki akurasi yang lebih tepat dibandingkan dengan ramalan pilkada kab/kota/prov/nasional. Terlepas sample nya lebih sedikit atau lebih besar yang jelas, ada sebuah rantai terputus disini, saya kok meyakini bahwa proses pilkades yang umurnya lebh lama dari pilkada ini memiliki sebuah metode yang bergerak stabil dengan ramalan yang memiliki toleransi kesalahan sangat minim…

Ini yang membuatku tergelitik untuk menulis skripsi. Mungkin ada saran dan masukan silahkan comment aja ya…

Enam partai lokal di Aceh, turut ramaikan pemilu 2009

Ini adalah enam partai lokal yang ada di Aceh, sayang aku gak bisa menampilkan logo partainya seperti empat partai yang diloloskan KPU.

35. PARTAI ACEH AMAN SEJAHTERA (PAAS)
Ketua : Drs. H. Ghazali Abbas Adan
Sekretaris : Drs. H. Nusri Hamid
Bendahara : Faisal Putra Yusuf
Kantor : Jalan T. Nyak Arief, No 159, Banda Aceh

36. PARTAI DAULAT ACEH (PDA)
Ketua : Tgk Nurkalis, MY
Sekretaris : Tgk Mulyadi M Ramli, S Pd.I
Bendahara : Amiruddahri
Kantor : Jalan T Iskandar, Desa Lambhuk, Banda Aceh

37. PARTAI SUARA INDEPENDEN RAKYAT ACEH (SIRA)
Ketua : M Taufiq Abda
Sekretaris : Arhama (Dawan Gayo)
Bendahara : Faurizal
Kantor : Jalan T Nyak Arief No110, Banda Aceh

38. PARTAI RAKYAT ACEH (PRA)

Ketua : Ridwan H Mukhtar
Sekretaris : Thamren
Bendahara : Malahayati
Kantor : Jalan T Iskandar No 174 Desa Lamgeulumpang, Ulee Kareng, Banda Aceh

39. PARTAI ACEH
Ketua : Muzakkir Manaf
Sekretaris : M Yahya, SH
Bendahara : Hasanuddin
Kantor : H Tgk Imam Al-Asyi Luengbata, No 48 Banda Aceh

40. PARTAI BERSATU ACEH (PBA)
Ketua : Dr. Ahmad Farhan Hamid, MS
Sekretaris : Muhammad Saleh, SE
Bendahara : H Ridwan Yusuf SE
Kantor : Jalan Gabus No 6 Bandar Baru, Kuta Alam, Banda
Aceh

Disadur dari berbagai sumber

38 Partai Politik Nasional Peserta Pemilu 2009

Inilah partai politik peserta Pemilu 2009, kenali apa yang akan anda pilih. Sumber dari kpu.go.id dan beberapa media massa.
—————————–
Setidaknya dengan ini tingkat kecerdasan manusia di Indonesia akan segera bertambah, mau gak mau semua harus mengingat no umur urutnya kan ;-)

1. PARTAI HATI NURANI RAKYAT

Kantor DPP
Alamat : Jl. Diponegoro No. 1 Menteng,
Jakarta Pusat 10310.
Telp : 021-31935334
Fax : 021-3922054

2. PARTAI KARYA PEDULI BANGSA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Cimandiri No. 30 Cikini Menteng
Jakarta Pusat 10330
Telp : 021-31927421
Fax : 021-31937417

3. PARTAI PENGUSAHA DAN PEKERJA INDONESIA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Imam Bonjol No. 44 Menteng,
Jakarta Pusat.
Telp : 021- 3916716,3916680
Fax : 021- 3915745

4. PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL

Kantor DPP
Alamat : Jl. Pahlawan Revolusi No.148
Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Telp : 021-86600284,86613922
Fax : 021-86600230

5. PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Brawijaya IX No. 1 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
Telp : 021-72795478
Fax : 021-7395154

6. PARTAI BARISAN NASIONAL

Kantor DPP
Alamat : Jl. Gunawarman No. 32 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12810
Telp : 021-7269588, 7269635, 72669588
Fax : 021-7243081

7. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Cilandak Raya KKO No. 32
Pasar Minggu
Jakarta Selatan
Telp : 021- 7807653/021-7807656
Fax : 021- 7807655/021-7807657

8. PARTAI KEADILAN SEJAHTERA


Kantor DPP
Alamat : Jl. Mampang Prapatan Raya No.98 D, E, F
Jakarta 12720
Telp : 021-7995425
Fax : 021-7995433

9. PARTAI AMANAT NASIONAL

Kantor DPP
Alamat : Rumah PAN Jl. Warung Buncit Raya No.17
Jakarta Selatan
Telp : 021-7975588
Fax : 021-7975632

10. PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU

Kantor DPP
Alamat :Jl Tengku Cik Ditiro No. 31, Menteng,
Jakarta Pusat 10310
Telp : 021- 3107058, 31902326

11. PARTAI KEDAULATAN

Kantor DPP
Alamat :Jl Letjen Suprapto No.86
Jakarta Pusat
Telp : 021- 4211819, 4224884
Fax : 021-4226226

12. PARTAI PERSATUAN DAERAH


Kantor DPP
Alamat :Jl. Prof. Dr. Satrio No. 18C
Kuningan Jakarta Selatan
Telp : 021-5273250
13. PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Kalibata timur No.12
Jakarta Selatan
Telp : 021- 7974353
Fax : 021- 7974263

14. PARTAI PEMUDA INDONESIA

Kantor DPP
Alamat : Pemuda Graha Mas Blok AB No.3
Jakarta 13220
Telp : 021-47882581, 4789157
Fax : 021-47882582

15. PARTAI NASIONAL INDONESIA MARHAENISME

Kantor DPP
Alamat : Jl. Gudang Peluru Raya B1 No.7B
Kebon Baru Tebet Jakarta Selatan
Telp : 021- 83795157
Fax : 021- 83795157

16. PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN


Kantor DPP
Alamat : Jl. Sisingamaraja No. 21, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
Telp : 021-7264705, 7253151, 7208868
Fax : 021-7208374, 7262867

17. PARTAI KARYA PERJUANGAN

Kantor DPP
Alamat : Jl. Buncit Raya 9B
Jakarta Selatan
Telp : 021-98581945, 71116000
Fax : 021-7993064

18. PARTAI MATAHARI BANGSA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Bukit Duri Tanjakan Kav.7
Tebet Jakarta Selatan 12840
Telp/Fax : 021-83785159, 68860381
Fax : 021-83785159

19. PARTAI PENEGAK DEMOKRASI INDONESIA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Letjen Suprapto NO. 226
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Telp/Fax : 021-42803281
Fax : 021-4200838

20. PARTAI DEMOKRASI KEBANGSAAN

Kantor DPP
Alamat : Jl. Pejaten Barat No.30
Jakarta 12510
Telp/Fax : 021-7804654

21. PARTAI REPUBLIK NUSANTARA (RepublikaN)

Kantor DPP
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan Komp. Perkantoran
Pulomas Blok VI No.1 Jakarta Timur
Telp/Fax : 021-
Fax : 021-

22. PARTAI PELOPOR

Kantor DPP
Alamat : Jl. Pegangsaan Timur 17 A,
Cikini, Jakarta Pusat
Telp/Fax : 021- 31903634
Fax : 021- 31903634

23. PARTAI GOLONGAN KARYA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Anggrek Nelly Murni XI A
Slipi, Jakarta Barat
Telp/Fax : 021-5302222
Fax : 021-5303380

24. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

Kantor DPP
Alamat : Jl. Diponegoro No.60
Jakarta 10310
Telp/Fax : 021-31936338, 31926164
Fax : 021-3142558

25. PARTAI DAMAI SEJAHTERA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Tirtayasa Raya No. 20 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12160
Telp/Fax : 021- 7220725
Fax : 021- 7250953

26. PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN INDONESIA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Penjernihan I No.50
Jakarta 10210
Telp : 021-5739550/51
Fax : 021-5739519

27. PARTAI BULAN BINTANG

Kantor DPP
Alamat : Jl. Raya Pasar Minggu KM 18 No.1
Jakarta Selatan
Telp : 021- 79180734,7992375
Fax : 021- 79180765

28. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN

Kantor DPP
Alamat : Jl. Lenteng Agung No.99
Jakarta Selatan
Telp : 021- 7806028
Fax : 021- 7814472

29. PARTAI BINTANG REFORMASI

Kantor DPP
Alamat : Jl. KH. Abdullah Syafei No. 2
Tebet, Jakarta Selatan
Telp : 021-8311715

30. PARTAI PATRIOT

Kantor DPP
Alamat : Jl. Lansat III/7 Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan 12130
Telp : 021- 7261522,72795566

31. PARTAI DEMOKRAT

Kantor DPP
Alamat : Jl. Pemuda No.712
Jakarta Timur 12130
Telp : 021-4755146
Fax : 021-4757975

32. PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Panglima Polim I No. 32 RT.004/04
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12610
Telp : 021- 7230731
Fax : 021- 7250680

33. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Slamet Riyadi No.19 Matraman
Jakarta Timur
Telp : 021-8513890,8512690

34. PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA

Kantor DPP
Alamat : Jl. Kramat VI No.8
Jakarta Pusat 10430
Telp : 021-31923717
Fax : 021-39056866

41. PARTAI MERDEKA

42. PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA (PNUI)

43. PARTAI SARIKAT ISLAM (PSI)

44. PARTAI BURUH

Dari Bondowoso ke Surabaya, bawa tape BAkar!!!

tape bakar

tape bakar

Saatnya bertugas.. saatnya kembali ke sebuah tempat dimana otak harus diperas habis-habisan… setelah cukup lama mengalami kebuntuan dan kegagalan dalam melaksanakan kegiatan. Saatnya kembali untuk berbagi dengan kawan-kawan seperjuangan, apalagi setelah dpat dukungan moral dari beberapa orang sepuh terutama yang dari Jogja. Seakan aku harus tetap semangat…

Oh ya aku sampai lupa, dari kemarin oleh mas iparku aku dibwain tape bakar, untuk oleh-oleh temenku seh yang ada disurabaya, namun sampai pagi ini aku belum sempat membagikannya ma temen-temenku…
Makanan khas kotaku ini memang beda, gakseperti biasanya tape ini dibakar dan tentu aromanya sangat beda dari tape goreng… wah jadi ngomong apa neh aku…

Ya udahlah, tapi bagiku terlalu sulit untuk membagi tape bakar ini karena emang sedikit kurang dari 7. Aku harus bisa membaginya mulai dari kosa-kosan sampek yang di Semolowaru….

Makan-makan…

Mas Agus Condro, Alumnus GMNI Solo. “Apakah Ini Umpan?”

Malam Kamis di Alun-alun Kota Jember bersama Ketua Cabang GMNI Jember dan seorang kader GMNI (aku lupa namanya), kita berdiskusi ngalor ngidul tentang pencalegan dan tentang situasi politik nasional sambil makan jagung bakar yang bagiku terlampau manis dengan sajian minuman dingin.

Tiba-tiba ketua cabang Jember ini mengalihkan pembicaraan tentang Mas Agus Condro yang dalam minggu ini menjadi selebritis nasional tentang sikap politiknya yang mengejutkan banyak pihak, dia mengaku mendapat dana aliran BI sebesar 500 juta rupiah dan beliau tidak mendapatkannya sendiri tetapi beberapa anggota komisi dan fraksi juga mendapatkan uang tersebut. Banyak kemudian anlisis yang berkembang dlam diskusi itu salah satunya tentang apakah ini umpan, mengingat Mas Antasari Azhar sebagai ketua KPK juga merupakan Alumnus GMNI setelah sebelumnya Jaksa Urip yang nota bene Alumnus GMNI itu tertangkap oleh KPK yang buntutnya terkuak mafia-mafia korupsi di lembaga yudikatif kita. Kemudian analisis sederhana coba kita buat, apakah mas Agus akan menjaid seperti Jaksa Urip yang terakhir kemarin didakwa karena juga turut memperburuk citra lembaga Negara ini?

Kalau ternyata ini benar anilisis sederhana ini, maka tidak sedikit kemungkinan parlemen kita di Indonesia ternyata dipenuhi orang yang punya prinsip ujung-ujungnya duit, nah apapun skenario politik besarnya tentang permasalahan ini. Terlepas siapa menjadi umpan untuk menarik ikan yang lebih besar yang jelas jika memang untuk kemudian membuat bangsa ini lebih baik kiranya perlu didukung.

—–

Tiba-tiba telepon genggam ketua GMNI Jember berbunyi, yang dari pembicaraannya dapat ditarik kesimpulan kita harus bubar karena mas Agus Condro sebentar lagi akan live di TV One dalam program apa kabar Indoensia malam. Kemudian kita mengakhiri pertemuan kita di Alun-alun kota Jember untuk melihat tayangan tersebut dan mungkin untuk menjadi bahan diskusi selanjutnya…

——

Biodata Mas Agus Condro yang aku ambil dari indo politik.com

Agus Condro Prayitno

Drs. Agus Condro Prayitno lahir di Batang, Jawa Tengah 29 September 1960. Condro duduk sebagai Anggota Komisi II dari Fraksi PDIP. Selain di komisi, juga menjabat sebagai Anggota Badan Legislasi (Baleg).

Panggilan : Agus
Kelamin : Laki-laki
Tmp/Tgl Lahir : Batang, Jawa Tengah, 29 September 1960
Agama : Islam
Alamat Lengkap : Gd. DPR/MPR RI Nusantara I Lt. 08 R. 0824 Jl. Gatot Subroto Rumah Jabatan Anggota DPR RI Blok E – 1 No. 345 Kalibata Jakarta 12750 Daerah Khusus Ibukota Jakarta Indonesia
Telepon : 5756 343, 5756 344, 5715 493, 5715 522
Istri : Ellya Nuraeni
Anak : 3 (tiga) Orang
Masa Akhir Jabatan : June 2009
Riwayat Pendidikan
  • SD Karangasem I, 1972
  • SMPN Batang I, 1975
  • SMAN 1 Pekalongan lulus 1980
  • Sarjana FISIP UNS, Program Studi Komunikasi Massa lulus 1986
Riwayat Jabatan
  • Litbang Yayasan Bhakti Satria, Solo 1985 – 1988
  • Direktur LKPS Batang 1988 – 1999
  • PT IMI Group – PR Manager Batang 1998 – 1999
  • Direktur CV Mega Buana Batang, 1998-2000
  • Anggota DPR RI 1999 – 2004
Pengalaman Organisasi
  • Ketua DPC GMNI Solo 1993 – 1995
  • Korda GMNI Jateng DIY 1995 – 1997
  • Wk Ketua DPC PDI Batang 1993 – 1998
  • Wk Ketua DPD PDIP Jateng 1996 – 2000
  • Pengurus Badiklatpus 2002 – skrg

PERKOSA ITU “MERDEKA”!!!

MERDEKA” Siapa yang tidak meneriakkan kata ini? Terlebih ketika perjuangan pada masa-masa penjajahan bergejolak. Kata “MERDEKA” serentak menjadi sebuh sign dan bahkan signified sekaligus. Dan kata ini terus berulang dengan melampaui ‘realitas makna sebenarnya. Terus dan terus berulang ketika perjalanan pundi-pundi tahun-ketahun perayaan hari besar kemerdekaan dirayakan. Tak sekedar membangkitkan dan mengobarkan semangat perjuangan yang patriotik, kata ini pula yang membuat banyak orang menafsirkan dengan sebuah satir yang ironi, namun tak sedikit pula yang tetap menjaga nilai kata ini tetap pada makna yang diinginkan oleh founding fathers Indonesia atau lebih tepatnya saya menyebut Bung Karno. Karena bagi Bung Karno Merdeka atau Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan namun hanyalah jembatan emas menuju sebuah kesejahteraan, inilah makna merdeka yang dari generasi ke generasi harus tetap dijaga maknanya.

Namun tak sedikit pula yang kemudian ‘memperkosa’ kata ‘MERDEKA’, iklan politik adalah yang paling memaksa memperkosa kata ini dengan penuh ‘nafsu dominasi publisitas menjelang pertarungan election atau Pemilu dan Pilpres’, tujuannya tentu untuk menjadikan kata ini sebagai sebuah kata komunikasi politik pada ruang pencitraan pribadi dan visualisasi yang fantastis dengan menutupi realitas sebenarnya dengan realitas semu yang ditampilkan. Balutan kata “MERDEKA” disandingkan dengan kata-kata mutiara serta visualisasi yang cukup harmoni dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia dan dari ujung utara hingga ujung selatan NKRI ini, perpaduan sosok yang berwibawa dan elegan membalut pencitraan semu ini dan lagi-lagi “MERDEKA” tetap menajdi subyek pemerkosaan kata demi sebuah ‘birahi publisitas’. [end]

——

Keterangan Foto: Hasil Lomba Poster BNN. Dengan tema: Saatnya Merdeka Lagi. Oleh: Adi KSG IV – 12 Juni 2007

Dian Sastro Merinding Bikin Film

Bintang film Dian Sastrowardoyo menjajal profesi baru. Dian menjadi produser film. Profesi barunya membuat bintang iklan sabun itu merinding.

“Produser itu beban banget, agak merinding gitu mendengarnya. Tapi saya juga merangkap sebagai pemain,” ungkap Dian, saat ditemui di Goethe Institute, Jl. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2008).

Sarjana Filsafat itu menjadi produser film berjudul ‘Drupadi.’ Film tersebut nantinya akan jadi sebuah film pendek yang disutradarai Riri Riza.

Kenapa Dian merangkap jadi pemain juga? Rupanya ia beranggapan, produser manapun pasti tak mau lihat pemain filmnya setengah-setengah dalam bekerja. Makanya Dian memilih untuk terjun langsung memerankan karakter Drupadi.

‘Drupadi’ bercerita tentang seorang perempuan yang kuat, tegar dan setia kepada suaminya, Arjuna. Tetapi suatu saat Drupadi menjadi bahan taruhan oleh Arjuna. Dia dipertaruhkan oleh Arjuna kepada Yudisthira. Konflik pun bergulir ketika Drupadi menolak jadi bahan taruhan. Ia berusaha memanusiakan dirinya kembali.

Dituturkan Dian, sejak dulu ia memendam keinginan membuat film tentang wayang. Idenya itu kemudian diceritakannya ke Riri Riza dan Mira Lesmana.

Dian berpromosi, film ‘Drupadi’ akan banyak memberi inspirasi untuk perempuan. Film tersebut juga bukan hanya berisi akting, namun kolaborasi antara musik dan tari.

“Pesan yang menarik justru ada pada karakter Drupadi. Dia sanggup memanusiakan dirinya sekali,” ujarnya.

Film yang syutingnya dilakukan di Yogyakarta itu menelan biaya Rp 1 miliar. Layar lebar yang juga dibintangi Nicholas Saputra, Dwi Sasono dan Ario Bayu itu akan ditayangkan di JIFFest mendatang.

(eny/eny) (Diambil dari detikhot.com)

Merah Putih Tepung Terigu Di Gang Buntu

14 agustus 2008, ada inisiatif untuk pergi menulusuri gang-gang dikota Surabaya, sekitar Universitas Airlangga. Merah putih berkibar terhempas angin panas kota Surabaya. Di gang-gang sempit sore hari itu dua warna mendominasi partitur-partitur gang merah dan putih mulai dari bendera, umbul-umbul, paving, bendara kecil dari plastik hingga beberapa pot bunga yang juga ikut dicat dua warna.

Dalam benakku berpikir, ini yang namanya ’MERDEKA’… tetap sambil tersenyum aku melaju sepeda motorku, yah aku sekarang merasakan kemerdekaan dari penjajahan BELAnda dan Jepang. Aku mempertahankan kecepatan di 20 km/jam di aspal gang ini aku melihat tanda start dan finish yang berjarak kurang dari 10 meter…

Dalam benakku terlintas permainan memasukkan paku dalam botol yang pernah aku ikuti waktu berumur 7 tahun, tetap menyentil dalam benakku kalau tidak merdeka apakah permainan ini bisa dimainkan dalam gejolak perang senjata laras panjang…?

Ah tiba-tiba aku dihentikan dengan sebuah ’rambu gang’ bertulis ”sedang ada kegiatan” lengkap dengan tanda rambu dilarang masuk. Sedikit aku mengintip dibalik keramaian, terlihat olehku sekumpulan bocah dengan riangnya melompat lompat seperti katak, mereka ternyata bermain lari karung sebenarnya lebih tepat aku menyebutnya lompat didalam karung karena kalau berlari resiko terjatuh lebih besar.

Aku melanjutkan kembali perjalananku melalui gang kecil lain yang sebelumnya tidak pernah aku lewati. Dominasi warna merah putih, pot-pot tanaman dari ember yang dicat hijau serta paving yang dicat berwarna-warni membuat suasana gang yang satu ini semakin meriah.

Aku berjalan semakin kedalam tanpa memperhatikan rambu gang yang ada, terus dan tiba-tiba aku terhenti, ternyata gang ini buntu dan yang membuatku terhenti lebih lama lagi bendera kebangsaan merah putih yang berkibar karena angin sore terasa berat dibandingkan bendera lain yang berjejer sebelumnya.

Aku mematikan mesin motorku, dan berjalan dengan keadaan seolah terhipnotis (sebenarnya gak segitunya kaleeeee), karena bendera merah putih yang tertancap ditiang bambu ini putihnya tidak terlalu putih dan merahnya pun tidak terlalu merah, dan yang membuatku lebih tercengang ada tulisan samar di warna merah, ya aku melihat lambang segitiga biru yang aku kenal sebagai salah satu merk tepung terigu. Tersenyum aku dan baru sadar ternyata dibelakang bendera itu ada sebuah rumah yang berbeda dengan rumah yang lainnya ukurannya kira-kira 6 kali 4 meter, pikirku jika salah satu program bedah rumah ada disini mungkin bisa membuat rumah ini lebih cantik. Tak lama kemudian seorang pemuda berumur 20 tahun keluar memperhatikan aku dan menegur dengan ramah memakai bahasa jawa berdialek madura kental ”bendero iku ta mas, mak ku seng pengen pokok kudu onok bendero meski gak iso tuku seng apik. Sak jane bendero iku sarung bantale aku, trus maringono aku wenter abang…” (bendera itu mas? Ibuku yang meginginkan harus ada bendera walaupun tidak bisa membeli yang bagus. Sebenarnya bendera itu adalah sarung bantal milikku, setelah itu aku kasih pewarna berwarna merah..) yah pemuda ini dengan bangganya memaparkan bahwa bendera ini bisa berada ditiang bambu depan rumahnya penuh dengan perjuangan dan pengorbanan untuk kemudian membuat ibunya tersenyum. Aku menjawab ”Ooooooooooooo…..”

Tiba-tiba dari dalam rumah tersebut terdengar suara panggilan, ”Yok… Banyune we umup…” (Yok airny dah mendidih). Mungkin waktunya pergi, lalu aku berpamitan ama pemuda itu dan kembali menaiki sepeda motor keluar dari gang sambil melihat bendera merah putih tepung terigu di spion kananku. [end]

Analisis Pilkada Jatim Putaran Kedua

Dari Lima Calon yang bertarung pada tanggal 23 Juli 2008 Kemarin, Pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf (Karsa) serta pasangan Khofifah Indar Parawansah dan Mudjiono (Kaji) berhak ke putaran kedua setelah kelima pasangan calon sebelumnya tidak satupun memperoleh suara 30%.

Saya coba menganalisis dari pikiran saya sendiri (tentu ini subjektif tidak mewakili oponi organisasi GMNI) kira-kira siapa yang akan mendukung siapa.

Karsa yang diusung Partai Demokrat dan PAN serta PKS, merupakan rival berat oposisi PDI-P dimana sebelumnya PDI-P yang mengusung SR ternyata belum mampu ke putaran kedua tentu jika menggunakan nalar politik Nasional maka PDI-P kecil kemungkinan akan mendukung pasangan Karsa. Alasannya cukup jelas PDI-P sangat-sangat ‘cantik’ selama ini memposisikan diri sebagai partai oposisi yang sangat kritis terhadap SBY dimana SBY yang sebelumnya naik dari kendaraan politik Partai Demokrat, walaupun terkadang beberapa kali terjadi koalisi-koalisi kecil di parlemen ataupun diberbagai daerah terkait isu dan kepentingan yang sama antara kedua partai ini. Posisi Partai Golkar yang sebelumnya mengusung Salam juga bisa dikatakan memiliki kemungkinan kecil untuk mendukung pasangan Karsa, karena dari yang bisa diamati selama ini, pimpinan Partai Golkar yaitu Jusuf Kalla lebih memposisikan diri vis a vis terhadap SBY (catatan saya, ketika marak demonstrasi kenaikan harga BBM yang terakhir. Di ibukota ada dua isu diberbagai poster dalam massa aksi yang berbeda dimana satu mengusung isu turunkan SBY -JK yang lainnya mengusung isu hanya turunkan SBY), memang hal ini tidak bisa dijadikan tolak ukur. Akan tetapi cukup dapat menjadi acuan bahwa SBY dan JK menjelang Pilpres 2009 berebut publisitas untuk menuju RI 1.

Apakah kemudian PDI-P suaranya akan ke Kaji, secara singkat bagi saya Megawati punya kenangan yang ‘cukup’ buruk pada Pilpres 2004 ketika berpasangan dengan Hasyim Muzadi. Ternyata semua tahu bahwa suara NU di bawah Hasyim MUzadi tidak begitu solid untuk memenangkan Megawati, tetapi isu yang berkembang akhir-akhir ini sentimen ‘perempuan’ bakal digadang-gadang untuk mempertemukan arus besar ini. Lantas apakah Partai Golkar akan mengalihkan suaranya ke pasangan Kaji, kemungkinannya memang cukup besr jika asumsi yang didasarkan adalah asumsi Nasioanal, akan tetapi mau tidak mau Jawa Timur memiliki kultur politik yang berbeda dengan provinsi lainnya.

Kadang kultur politik ini lah yang membuat matematika politik agak susah untuk di kuantifikasikan alam angka yang cukup dekat untuk diprediksi, salah satu contohnya ketika lembaga survey seperti LSI dan Kompas serta SCTV memprediksi siapa yang bakal memperoleh suara terbanyak. yang mereka temukan adalah pasangan Karsa dan KAji serta Salam kemudian SR lantas Achsan. Namun ketika 23 JUli bergulir, semua berbeda, yaitu tidak satupun dari pasangan calon mencapai angka 30% kemudian yang mencengangkan adalah capaian pasangan SR melampaui Salam.

Namun saya tetap meyakini bahwa variable budaya adalah variabel yang dominan yang saat ini belum memiliki alat ukur yang valid atas korelasinya dengan politi. Karena seingat saya Karl Marx pun belum selesai berbicara tentang ‘despotisme asia’ yang jelas berbeda dengan despotisme eropa.

Masyarakat Jatim memiliki aspek kultural yang sangat unik dibandingkan dengan daerah lain, walaupun terkadang kekuatan kapital/pemodal berupaya merubah variabel unik ini.

Artinya teori behavorialisme yang biasa dipakai dalam studi perilaku politik untuk dapt memprediksi siapa yang akan memenangkan sebuah pertarungan ‘election’ perlu dikoreksi kembali, karena variabel subjek poiltik selalu ber ubah-ubah serta tidak statis.