El Classico = IPL VS ISL
Barcelona atau Real Madrid itulah tajuk el classico sesungguhnya.. Tapi kalau yang di negeri kita jelas berbeda ini tentang el classico dalam tubuh kepengurusan induk organisasi sepakbola kita yang merambah pada kompetisinya. Al hasil era el classico di negeri kita dimulai dari tahun lalu.
Kalau el classico sesungguhnya adalah adu cerdik taktik, strategi dilapangan hijau. Disini adalah adu taktik dan strategi dilapangan politik dengan korban pemain dan tentu penonton serta pecinta bola di negeri kita. Huft… adu taktik dan strateginya seh boleh tapi nuansa politiknya yang berdampak pada timnas itu yang sangat buruk.
Bahkan beberapa jam yang lalu kabarnya RD pelatih timnas u23 mau mengundurkan diri karena tidak bisa bebas menentukan skuad timnas akibat aturan FIFA dimana hanya pemain yang berkompetisi di kompetisi resmilah yang bisa bermain di timnas.
El Classico di negeri ini berbuntut dan menjalar pada fans fanatik di berbagai klub, saling hina dan ejek memang biasa dalam sebuah kompetisi namun saling hina dan ejek di kompetisi yang berbeda dalam satu negara itu adalah hal yang luar biasa.
IPL VS ISL yang sebelumnya ISL VS LPI adalah tajuk el classico di negeri yang sangat cinta sama olahraga rakyat ini…
Namun apapun yang terjadi, kadang bangsa kita memiliki optimisme yang berlebih pada sebuah harapan kecil dan seringkali harapan itu terwujud. Dan kali ini semua berharap bahwa Kompetisi kita bisa bersatu lagi dan ketika bersatu kompetisi yang berjalan tentu harus tanpa ada rekayasa pertandingan didalamnya. [xmn]