Bingung lagi…
Dear My Blog…
Dalam hitungan jam aku akan menemui kekasihku namun kali ini berbeda, tidak dengan rasa menggebu dan sangat bergelora seperti yang kemarin-kemarin ketika aku ingin menemuinya. Perasaanku diliputi beberapa keraguan beberapa pertanyaan tentang dirinya yang mungkin baginya tidak terlalu penting untuk diperhatikan. Dua hari terakhir ini dia membuatku jengkel sekali dan hari ini pun aku merasa jengkel pula namun aku tetap berharap ini tak mengurangi perasaanku selama ini kepadanya. Saya sadar bahwa hubungan itu penuh dengan ruang-ruang emosi yang kadang tidak pernah kita inginkan baik itu duka ataupun suka. Dan bagian dari kita kerap kali sekuat tenaga mempertahankan hubungan yang telah dibangun. Belajar dari pengalamanku yang telah lalu, teramat sakit bagiku dan mantan kekasihku ketika menghadapi kenyataan harus mengakhiri hubungan.
Kadang kita harus “memilih” kenyataan hidup dengan mengorbankan nilai-nilai yang telah kita bangun selama ini, itulah jalan yang pernah aku pilih teramat sakit namun itulah pengorbanan hidup karena hidup bukan politik yang bisa di negosiasikan dengan sangat mudah. Beberapa jam lagi aku akan menemuinya untuk kesekian kalinya, namun perasaanku sedikit berbeda saat ini sangat berbeda, mungkin karena sikapnya semalam dan beberapa sikapnya yang aku nilai kurang konsisten (“tapi aku tidak menyebutkan aku orang yang konsisten”, aku menilai untuk beberapa hal sikap cintaku mulai begitu menyakitkan karena inkonsistensinya tepat berada pada hal yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan dengan banyak alasan).
Mungkin ketika setiap dari kita menginginkan sebuah sosok yang sangat sempurna bahkan ideal itu tidak mudah, setidaknya baik dan buruk yang ada pada dirinya bisa kita terima dengan syarat komposisi yang berimbang jika lebih banyak buruknya tentu sebagaian dari kita akan berpikir untuk segera mengakhiri hubungan itu (pendapat subjektif yang dilandasi intuisi). Mungkin memilih pasangan hidup kedepan adalah sesuatu yang penting karena jika sudah diikat dengan sesuatu yang sakral yaitu pernikahan tak ada lagi perselingkuhan ataupun perceraian (idealnya seperti itu). Inilah pembenaran atau pendapat dari sisiku yang berbeda ketika menghadapi keraguan tentang yang berkaitan erat dengan kehidupanku. Selalu berusaha untuk mencari dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Setidaknya cukup untuk meredakan kejengkelan yang muncul..
Sekian..
Surabaya, 11 Maret 2010
11.40 WIB
No comments yet.