HARUS TEGAS MENOLAK UU BHP

oleh: *Robitoh Alam Islami

Mereka Juga TOLAK BHP

Mereka Juga TOLAK BHP

Keberpihakan kita tentu pada kaum yang tertindas, yang tertindas oleh sistem yang dijalankan oleh komparador kapitalis yaitu rezim SBY-JK dimana kebijakan dalam dunia pendidikan sangat antiklimaks. Tahun 2008 semua bersorak ketika APBN untuk dunia pendidikan disahkan sebesar 20% walaupun anggaran sebesar itu titik tekan utamanya untuk apa juga belum jelas.

Akhir tahun 2008 dunia pendidikan kita dikado oleh DPR-RI berupa UU BHP yang sarat kontroversi, banyak protes yang dilakukan oleh mahasiswa di seluruh tanah air untuk menolah UU BHP namun sayang sebelum aksi meluas isu perang di Israel dan Palestina di jalur GAZA membuat perhatian media bergeser.

Akan tetapi yang harus kita kritisi bersama terhadap poin pokok UU BHP adalah makna latent atau tersembunyi dari agenda komparador kapitalisme dalam dunia pendidikan dimana mereka melalui rezim SBY-JK secara perlahan menjadikan dunia pendidikan di Indonesia bersifat komersial, walaupun hal ini disanggah oleh perumus UU BHP yang menuduh mahasiswa tidak mampu menunjukkan pasal dan ayat manakah yang mengandung makna komersialisasi. Secara sederhana setiap pasal dalam UU BHP akan mengandung unsur multi interpretatif namun perdebatan tidak akan usai jika hanya mengupas hal yang tidak bersifat substantif dalam dunia pendidikan melalui UU BHP.

Kita sebenarnya cukup mampu menilai ketika APBN sebesar 20% dialokasikan untuk dunia pendidikan saya sara sudah mampu menjawab segala tantangan dalam dunia pendidikan itu sendiri kecuali memang alokasi APBN sebesar 20% hanya dinikmati oleh beberapa kelompok mafia pendidikan dengan cara pengadaan infrastruktur tanpa memperhatikan suparstruktur kebutuhan dunia pendidikan kita.

Mungkin analisis saya terlalu dangkal namun saya mencoba mengeksplorasi kebutuhan dunia pendidikan di Indonesia apakah sebenarnya? Hanya sebatas mempercantik gedung dan fasilitasnya ataukah juga turut mendistribusikan lulusannnya pada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan konsentrasi bidang keilmuan yang telah dipelajari, ternyata yang saya amati adalah pilihan yang pertama, hampir seluruh dunia pendidikan kita bergegap gempita dengan dahsyatnya fasilitas pendidikan tanpa benar-benar memperhatikan kualitas pendidikan. Padahal tantangan jaman saat ini sudah berbeda dengan yang kemarin-kemarin, taruhlah misalnya apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi krisis pangan dunia 2020, apakah ada sebuah blue print yang jelas dari perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi keilmuan dibidang pangan dan pertanian? Atau misalnya sudah cukup mampukah perguruan tinggi yang ada di di Indonesia menjawab permasalahan kemacetan? Atau mampu pulakah perguruan tinggi di Indonesia mendesain sistem politik yang sekarang kacau balau agar menemukan sebuah formasi yang ideal sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman?

Kadang kita semua menafikkan hal yang semacam ini, bagi kita geudng bertingkat dengan fasilitas yang super dahsyat adalah gambaran suksesnya dunia pendidikan, namun semua luput menyadari bahwa jumlah pengangguran dari lulusan sarjana dan diploma di Indonesia ternyata juga masih terlampau banyak.

Dilain pihak setelah saya membaca UU BHP proporsi untuk “distribusi lulusan diploma, sarjana, SMU” tidak pernah disentuh dalam sebuah makna akan kemanakah lulusan-lulusan ini? Menjadi generasi muda yang disoriented ataukah menjadi generasi muda yang kreatif sembari menjawab pertanyaan “bahwa ternyata dunia pendidikan kita memang benar-benar amburadul”?

Lantas apakah undang-undang yang tidak substansial ini masih harus tetap di ‘undangkan’? Hemat saya siapapun yang menolak UU BHP harus tetap konsisten menolak dengan alsan-alasan yang juga dapat dipertanggung jawabkan sembari memberikan alternatif-alternatif bagi keberalangsungan dunia pendidikan kita, karena perjuangan untuk menghapus UU ini atau menggantinya dengan UU yang baru butuh perjuangan yang lebih lama. Oleh karena itu kita harus tegas menolak UU BHP yang nyata-nyata tidak berpihak kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

*)Ketua DPC GMNI Kota Surabaya periode 2007-2009

Diambil dari: http://www.gmnisurabaya.org/harus-tegas-menolak-uu-bhp/

Persahabatan Bagai Kepompong!!!

Ataukah KAwan!!!

Ataukah KAwan!!!

NSP ku kali ini setelah Padi dengan JUdul HArmony, di ganti dengan sindencosta-kepompong. Lagunya emang gak puenteing, namun TOP abis deh, sampek dengerinnya bolak-balik-bolak-balik… KEPOMPONG…

Kadang sahabat itu ngalahin, kekasih, orang tua, guru dan semuanya kadang pula sahabta bisa menjadi ketiga-tiganya dalam diri kekasih, orang tua, ataupun guru…
Karena sahabat memang sahabat….

Ini dia Liriknya…

indencosta-kepompong

Dulu kita sahabat
Dengan begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Bridge:
Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

Reff :
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

Doa Robitoh……..

Ini sih artinya dapet ngutip dari Al-Matsurat…….heheheee

Insya Allah.. doa yang setiap pagi & sore ini bisa mengabulkan doa kita.. tapi jika dengan khusyuk ;) )

Artinya ………..

Katakanlah, ” Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukan malam ke siang dang Engkau masukan siang ke malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab
(Al-Imran : 26-27)..

Ya Allah, ini adalah perginya malam-Mu dan datangnya siang-Mu, maka ampunilah aku (doa pagi hari n petang hari)

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mengetahui hati-hati ini berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah terjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariatmu, Teguhkanlah, Ya Allah ikatanya kekelkanlah cinta kasihnya. tunjukilah jalan-jalannya. penuhilah hati-hati tersebut dengan cahaya-Mu yang tidak pernah hilang. lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu. Hidupkanlah hati ini dengan Ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid dijalan Mu, Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong…

Ya Allah, Kabulkanlah, Dan sampaikan shalawat kepada junjungan kami, nabi Muhammad SAW kepada keluarga, para sahabatnya, dan juga sampaikanlah salam…………….

sumber: http://ratucute84.blogspot.com/

Sekilas tentang LIEM SIOK LAN

Nama resmi (menurut dokumen) JUSTIANI. Alumni Teknik Informatika ITB angkatan 1981, Perempuan dengan Tiga Anak: Annisa Dharma (25Mei1985), Shakina Dharma (19Desember1988), Avicena Farkhan Dharma (2Agustus1998).
Sejak mahasiswi sudah aktif dalam berbagai kegiatan, diantaranya:
Ketua Panitia Speech Contest – Student English Forum (SEF) 1981.
Ketua HMIF (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) ITB 1982-1983.
Wakil Ketua FKHJ (Forum Ketua Himpunan Jurusan – Pengganti Dewan Mahasiswa) periode 1984-1985.
Lulus Sarjana Muda 84 dengan IP 4.83 (dari 5) Terus Menikah 1984.
Cuti Kuliah selama 1 tahun, melahirkan anak pertama, 1985-1986.
Wartawati Berkala ITB
Aktivis Yayasan Mandiri, Community Development dgn Teknologi Tepat Guna
Ke Irian Jaya untuk program Penyebaran Informasi TTG melalui Microfiche
Ke Pesantren Guluk-guluk, Madura untuk program yang sama
Ke Pesantren Pabelan, mengajar di Institut Pengambangan Masyarakat
Mendirikan Yayasan Anak Merdeka, Street Kids Education through Cultural Artistic Activities and Multimedia.
Sambil ngobyek di Puskom ITB ngerjain proyek-proyek komputerisasi
Dan di PIKSI ITB mengajar kursus-kursus singkat
Jadi programmer di beberapa tempat (programmer tembak)
Lulus Teknik Informatika ITB akhirnya pada Februari 1988.

Melamar jadi Dosen ITB, diterima di PAU-ME (Pusat Antar Universitas Mikroelektronika) tapi kemudian ketahuan bekas aktivis mahasiswa, lalu dicekal oleh Rektor ITB yang ketakutan dan melakukan self-cencorship atas nama kekuasaan Orde Baru, sehingga terpaksa diberhentikan dari PAU-ME.
Nekad jadi dosen, diterima di Politeknik ITB Ciwaruga (sekarang Politeknik Negeri Bandung) karena POLBAN butuh Ketua Jurusan Teknik Komputer (dulu PAT Komputer) yang baru dipindahkan dari Puskom ke Ciwaruga, disamping Direktur POLBAN yang tidak peduli apa itu Orde Baru. Langsung Acting Ketua Jurusan Teknik Komputer di Politeknik ITB, sambil mengerjakan proyek-proyek untuk Garuda Maintenance Facility, Kerjasama dengan POLRI, Membuka filial dari Politeknik Bandung di sore hari, memulai komputerisasi student entry test, banyak lagi proyek komputerisasi dan mengajar tentu.

1991 mulai belajar di McGill University dengan biaya pemerintah Canada selama dua tahun, setelah sebelumnya tinggal di Vancouver selama beberapa bulan, lalu menetap di Montreal, Thesis S2 Terlantar karena pembimbing cuti, terus putus beasiswa maka harus mencari kerja. Jadi teaching assistant beberapa mata kuliah, jadi pegawai puskom universitas, jadi research assistant di lembaga penelitian teknologi pemerintah Quebec,
namanya CRIM (Centre Recerche d’Informatics de Montreal)
Kerja di NortelNetworks Divisi Advanced Speech Lab di Montreal sambil menyelesaikan thesis. Akhirnya keterusan berkarir di Montreal sebagai Senior System Integration and Product Prototype Development untuk produk-produk speech recognition berbagai aplikasi di berbagai platform. Menerima potongan-potongan software dari para periset speech recognition dari berbagai speech research center internal (Nortel Lab) dan eksternal (CMU, MIT, Standford, dll) untuk diintegrasikan menjadi suatu prototye produk sebelum di-outsourcing kepada development group dari Rusia, India, China, dll ke berbagai platform. Sambil bekerja di Nortel Networks Montreal, mengikuti program S3 di INRS (Institute Nationale Recerche Scientific) Telecommunications, Universite du Quebec.
Tinggal di Kanada selama 8 tahun rasanya begitu monoton, rutin, tertata, setiap week end piknik ke danau, pantai atau ski resort, begitu saja, maka diskusi sosial politik jadi hiburan. Aktif di Forum Diskusi Para Indonesianist seperti George Kahin, Daniel Lev, Ben Anderson, Takashi Shiraishi, Jeffrey Winters, dll. di Amerika Utara. Anggota Pengajian ISNET (Islamic Network) yang merupakan forum pengajian via internet di tingkat dunia dan MISG (Malaysia Islamic Study Group).

1998 Kembali ke Indonesia untuk melahirkan dengan dukungan dari dukun bayi dan dukun pijat tradisional yang tidak ada di Montreal, Kanada.
Sambil momong, akttif jadi Network Advisor dari CITN (Canada Indonesia Technology Network) yang ditempatkan Departemen Koperasi &, lalu oleh Adi Sasono
diminta membantu merumuskan Pos Ekonomi Rakyat (PER) yang merupakan jaringan nasional untuk multi-purpose telecentre (one-stop-services for public services and SMEs and Cooperatives), yang kemudian membawanya menjadi Direktur Eksekutif Induk Koperasi PERNetworks dan Direktur Program, Perhimpunan Indonesia Bangkit.

2000 President/CEO IBUTeledukasi (universitas virtual, e-learning university pertama di Indonesia) bekerjasama dengan Universiti Tun Abdul Razak (UNITAR) Malaysia. Atas prakarsa Cyberversity tersebut, mendapat penghargaan sebagai Wanita Telematika pertama di Indonesia dari Menteri Perhubungan dan Telematika dan dari Menteri Pariwisata, namun pada saat yang hampir bersamaan Mendiknas (Dirjen Pendidikan Tinggi) melarang keberadaan IBUTeledukasi karena dianggap belum ada undang-undang yang mengatur tentang pendidikan model baru tersebut.

2002 President/CEO SMarT (Sistem Mandiri Terintegrasi) yang dibentuk atas restu Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi dan dukungan Dirjen PU, Junius Hutabarat, untuk melakukan “corporate restructuring” BUMN dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi serta rekayasan keuangan global.
Bersama beberapa BUMN Konstruksi dan Korporasi MSC Malaysia merencanakan Program ACEH SMART PROVINCE yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi dalam mengembangkan aktivitas terpadu pendidikan, sosial dan ekonomi di Propinsi NAD, dalam naungan PM Mahathir Mohammad, disepakati di ASEAN SUMMIT Denpasar Bali 2003. Sayangnya prakarsa terhenti karena skema-skema keuangan dalam negeri belum mengalami perombakan sebagaimana Thailand dan Malaysia.

SMarT kemudian berkolaborasi dengan Constantius Funds Asia Pacific (CFAP) Canada, Decagon Co. Ltd. Seattle USA, membantu corporate restructuring dalam kerangka Thailand Incorporated sampai dengan awal 2006.

Kini:
Dosen di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang bernaung dibawah Kompas Gramedia Group, juga sebagai Periset bidang “Multimedia Corporate Restructuring and The Digital Economy “ dan sebagai Ketua Tim Pengembangan e-learning dibawah kordinasi Pembantu Rektor I UMN. Sambil menyelesaikan disertasi Ph.D. nya pada “The Institute of Gold Dinar Economy”, yang merupakan lembaga pendidikan tinggi dan riset internasional berbasis internet yang menghubungkan periset di seluruh dunia dalam bidang terkait, dibawah naungan World Islamic Trade Oragnization (WITO).

diposting pertama kali oleh admin in INTRO pada March 8th, 2008

Satu Juta Situs Porno di Produksi di Indonesia

Inikah Pornografi !!!!

Inikah Pornografi !!!!

Lagi-lagi Om Suryo, pagi ini BBC siaran indonesia pukul 05.45 di Frekuensi 88.5 MHz Metro FM mewawancarai Om Suryo Pakar Telemetika. Katanya Om Suryo “Menyesalkan sekali banyaknya situs porno” karena menurut pantauan BBC ada kurang lebih satu juta situs porno diproduksi di Indonesia. Duh aku males nulis karena tiba-tiba Om Suryo nyalahin blogger, jadi menurut Om Suryo “maraknya situs porno diawali oleh blogger-blogger yang mencuri video porno disitus-situs luar negeri terus mengembangkannya di indonesia”. Tapi apa Om Suryo juga ngitung nggak ya!!!, dengan adanya situs porno itu ada baiknya, karena yang aku lihat di beberapa situs porno dan situs dewasa (kalau lagi iseng aja aku buka situs dewasa lokal seh, tapi aku gak pernah beli produknya yah cuman liat-liat aja) selalu rame dengan iklan, sederhananya mereka juga dapat penghasilan.

Tuh kan Om Suryo nyalahin lagi para blgger “katanya pentingnya cyber law harus segera direalisasikan biar hal seperti ini gak marak” duh ngomong apa seh dia…????? Mau bunuh mata pencarian orang-orang ini kale ya!!!!

Google luncurkan browser baru

Browser Baru Google bernama Chrome

Browser Baru Google bernama Chrome

Google akan meluncurkan browser atau mesin pencari di internet berbasis open source yang akan bersaing dengan Internet Explorer dan Firefox.

Browser bernama Chrome ini dirancang untuk dipakai dalam aplikasi web generasi berikutnya yang banyak menggunakan grafik dan multimedia.

Sebagai langkah awal, Chrome akan diluncurkan dalam versi Beta di 100 negara dalam versi Windows, baru setelah itu Google akan meluncurkan versi Mac dan Linux.

“Kami sadar bahwa… soal browser ini harus dipikir ulang secara menyeluruh,” kata Sundar Pichai dari Google dalam blognya.

Akan menarik melihat perkembangannya
John Lilly
Direktur eksekutif Mozilla

Chrome akan membantu Google mendorong pemakaian berbagai aplikasi miliknya yang tersedia di internet, untuk menggantikan program-program desktop.

Google selama ini sudah mengembangkan berbagai aplikasi seperti Picasa, Documents dan berbagai jenis peta yang teresedia di internet, dan mulai menggantikan program yang sebelumnya hanya tersedia secara offline.

“Yang dibutuhkan sebenarnya bukan sekedar browser, tetapi juga platform modern bagi situs dan aplikasi web, dan inilah yang akan kami bangun,” kata Pichai.

Persaingan

Peluncuran Chrome versi Beta pada hari Selasa semakin mempergencar serangan Google terhadap dominasi Microsoft dalam bisnis PC.

Browser Internet Explorer buatan Microsoft sekarang menguasai 80% bisnis mesin pencari internet.

… orang akan memilih Internet Explorer 8 karena memberi layanan yang diinginkan langsung di jari pemakai. IE8 bukan sekedar browser
Dean Hachamovitch
General Manager Internet Explorer, Microsoft

Dalam blognya, John Lilly, direktur eksekutif Mozilla pembuat Firefox, mengatakan langkah Google itu tidak mengejutkan.

“Bisnis mereka adalah web, dan mereka punya pandangan jelas tentang apa yang harus dilakukan, dan orang pintar memikirkan bagaimana membuat teknologi semakin baik.”

“Akan menarik melihat perkembangannya,” tambah Lilly.

Dia menyambut baik persaingan dari Google dan mengatakan kerja sama antara Mozilla dan Google dalam beberapa proyek akan berlanjut.

Dean Hachamovitch, general manager Internet Explorer di Microsoft, yakin pengguna internet tetap akan setiap kepada produk mereka.

“Sektor browser internet penuh persaingan, tetapi orang akan memilih Internet Explorer 8 karena memberi layanan yang diinginkan langsung di jari pemakai. IE8 bukan sekedar browser. Produk kami memberi pengguna kendali atas data pribadi mereka di internet,” kata Hachamovitch.

Chrome akan dapat didownload mulai Rabu pagi tanggal 3 September.

Di ambil dari: http://www.bbc.co.uk/indonesian

Bulan Puasa Tanpa Diskriminikasi Bahasa

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaa…. Datang-lah Bulan yang ditunggu umat Islam sedunia, bulan yang Suci bulan yang dirahmati, bulan yang diberkati, bulan yan peuh barokah, bulan yang “very very very special” buat Umat Islam khsususnya dan seluruh makluk hidup di dunia  tentunya…

Tibalah bulan yang penuh dengan tantanganm penuh dengan godaan, penuh dengan rintangan… Dibulan ini, umat Islam khusunya diuji nyalinya tentang ‘tenggang rasa’, hormat menghormati antara yang menunaikan ibadah puasa dan yang tidak menjalankan ibadah puasa.

Tentu harapan kita semua, tidak ada diskriminikasi selama bulan puasa. Tidak ada sebuah kata-kata lagi yang sering kita dengar baik itu diucapkan ataupun tertulis seperti “Hormatilah Orang yang Berpuasa“, bahasa ini menunjukkan bahwa yang tidak berpuasa tidak pantas dihormati.. Namun lagi-lagi semua harus sadar bahwa kita harus mawas diri dengan apa yang kita lakukan, jangan sampai dengan alasan bulan puasa sekelomok orang, golongan, agama, ras dan suku tertentu merasa dirugikan dengan adanya bulan Puasa baik itu dengan diksriminikasi bahasa publik seperti diatas, atau dengan diskriminikasi perbuatan misalnya dengan semena-mena menutup atau melakukan tindakan pengrusakan terhadap sebuah tempat yang dianggap tidak memuliakan bulan puasa.

Saling hormat menghormati antara mereka yang berpuasa dan tidak berpuasa dalam segala hal adalah kunci bahwa bulan Ramdhan adalah bulan yang penuh barokah, yang bisa dipahami dan dinikmati oleh seluruh umat manusia ciptaan Allah SWT. (AMIEN)

Drupadi Pers Release

Dikutip dari siaran pers drupadi saat konferensi pers tanggal 21 Agustus 2008

Siaran Pers

Untuk pemuatan segera

DRUPADI

Sebuah film kolaborasi seni peran, musik dan tari siap meluncur Desember 2008

***

Aku bersumpah….

Demi langit dan bumi

Demi harkatku sebagai puteri agni

Aku tak akan mengikat rambutku

Sebelum mencucinya dengan darah Dursasana

(Sumpah Drupadi kepada para dewa)

Rampung sudah tahap pengambilan gambar film Drupadi, produksi SinemArt Pictures. Disutradarai oleh Riri Riza, film Drupadi menampilkan Dian Sastrowardoyo sebagai Drupadi, seorang puteri raja dari Panchala yang kelak dipertaruhkan dan dihina dalam sebuah permainan dadu.

Film ini mengangkat sepenggal lakon dari kisah klasik Mahabharata karya Mpu Vyasa asal India yang telah menyebar ke seluruh Asia, termasuk ke Indonesia. Jika lazimnya Mahabharata berkisah tentang perseteruan dua kelompok sepupu Pandawa dan Kurawa, maka film ini memilih sudut pandang Drupadi sebagai pusat dari seluruh cerita.

Syahdan, Drupadi digambarkan sebagai puteri raja Panchala yang lahir dari api (agni) dan diturunkan ke dunia untuk menemani Krisna untuk mengakhiri satu babak kehidupan manusia. Drupadi digambarkan sebagai seorang puteri tercantik di seluruh jagad, sehingga semua ksatria dari seluruh penjuru ikut berlomba untuk merebut hatinya. Dalam sebuah sayembara memanah, adalah Arjuna yang berhasil memenangkan pertandingan itu, meski akhirnya, karena sebuah takdir yang tak terelakkan, Drupadi menjadi isteri dari Pandawa.

Di sebuah permainan dadu yang penuh muslihat yang digelar oleh Kurawa, Drupadi dipertaruhkan oleh suaminya sendiri.

Dadu yang terbuat dari tulang manusia

yang telah binasa dengan sia-sia.

Dadu yang berdansa dengan mahir

dan memiliki segala daya sihir..

Apa yang kemudian terjadi dengan Drupadi? Bisakah dia melawan? Permainan dadu yang penuh strategi dan muslihat dan perlawanan Drupadi yang menolak dijadikan komoditas —yang kelak akan membawa pada peperangan Bharatayudha yang dahsyat—menjadi puncak dari film ini.

***

Baik Dian Sastrowardoyo, Riri Riza, Mira Lesmana maupun Leila Chudori, sepakat bahwa daya tarik untuk mengangkat sosok ini karena Drupadi adalah perempuan yang menolak dijadikan barang taruhan; dan pada masanya, dialah satu-satunya perempuan yang berani bersuara dan menggugat ketidakadilan yang menimpanya.

Film Drupadi juga mempertemukan kembali dua bintang papan atas yang telah sekian lama absen dari dunia seni peran Dian Sastrowardoyo (Drupadi) dan Nicholas Saputra (Arjuna). Di film ini pula, keterlibatan Dian tidak sebatas sebagai pemain belaka. Bersama Mira Lesmana dan Wisnu Darmawan, Dian juga bertindak sebagai produser yang ikut membidani lahirnya film ini.

Sederet nama-nama besar lain turut pula mendukung terlaksananya proyek ini, di antaranya Butet Kartarejasa yang berperan sebagai Sengkuni, paman dari Kurawa yang licik dan penuh muslihat; Dwi Sasono sebagai Yudhistira; Ario Bayu sebagai Bhima dan pendatang baru,si kembar Aditya Bagus Santosa dan Aditya Bagus Sambada berperan sebagai Nakula dan Sadewa.

Pihak Kurawa sebagai representasi angkara murka dan musuh bebuyutan Pandawa dimainkan oleh murid-murid padepokan seni Bagong Kussudiardjo dengan dua pemeran utama, yakni Whani Darmawan sebagai Suyudana, dan Djarot B. Dharsana sebagai Dursasana. Sedangkan Donny Alamsyah berperan sebagai Adipati Karna, kakak tiri Pandawa yang ada di pihak Kurawa.

Selain bertumpu pada cerita yang kuat dan seni peran pemainnya, film ini juga menggabungkan beberapa unsur teater, tari musik dan perkawinan kostum Jawa dan Sumatra.

***

PROYEK Drupadi bermula dari keinginan Dian Sastrowardoyo dan Leila S. Chudori, yang ingin membuat sebuah karya seni, khususnya film, dengan tema yang berbeda dari film-film yang beredar saat ini. Sewaktu ide ini disampaikan kepada Leo Sutanto, produser dan pemilik SinemArt, gayung pun bersambut. SinemArt mendukung penuh dan memberi ruang seluas-luasnya dalam proses kreatif, semua ditujukan agar film Drupadi terwujud dan Leo Sutanto menyatakan bersedia menjadi Produser Eksekutif. “Saya ingin mendukung Dian yang selalu sangat serius dalam seni peran,” tutur Leo Sutanto. “Menurut saya, Dian jangan hanya bersinar di perfilman Indonesia saja, tetapi saya ingin suatu hari Dian juga melangkah ke dunia internasional.”

Untuk proyek ini, Riri Riza didapuk sebagai sutradara. Riri Riza dikenal sebagai seorang sutradara yang sangat serius dan intens dalam karyanya. “Jika melihat kisah Drupadi, sangat relevan dengan persoalan masa kini,” kata Riri, “Drupadi memiliki peran yang besar dalam kisah Mahabharata. Dia mempertanyakan banyak hal, tetapi di kemudian hari dia menjadi barang taruhan. Dia menggugat dengan caranya sendiri dan terus mencari keadilan hingga akhir cerita.”

Riri menolak untuk membuat dikotomi film seni atau film komersil. “Film Drupadi dibuat sebagai suatu produk yang serius, tetapi kami ingin penonton bisa menikmatinya dan merasa ada kaitan dengan persoalan yang dihadapinya.”

Bagi Mira Lesmana, membuat Drupadi adalah “tantangan untuk menyatukan suatu cerita yang memiliki sentuhan tradisi dan memberikan elemen kontemporer.” Mira menunjuk bagaimana semua yang terlibat sepakat bahwa meski film ini menggunakan latar belakang Jawa klasik, tetapi kostum para tokoh dipadu dengan berbagai elemen daerah lain, misalnya Sumatra.

Skenario yang dikerjakan oleh Leila S. Chudori yang mengambil dari beberapa versi novel Mahabharata karya P.Lal, N.K Narayan dan Ramesh Menon. Dari karya-karya tersebut dan melalui riset beberapa versi di Jawa dan Bali, Leila kemudian membuat tafsir sekitar hubungan antara Drupadi, Arjuna dan Bhima.

Djaduk Ferianto bertanggung jawab atas penata musik, sementara tata artistik dipercayakan pada Ong Hari Wahyu dan Mohammad Marzuki. Film Drupadi juga menggandeng Gunnar Nimpuno sebagai penata kamera dan Chitra Subijakto sebagai penata busana. Dalam produksinya, Drupadi juga didukung sepenuhnya oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo

Ditemui di sela-sela syuting film yang mengambil lokasi di Yogyakarta dan sekitarnya, Dian menyatakan,” Film Drupadi dibuat sebagai apresiasi kami, para pekerja seni, kepada dunia seni Indonesia, dan juga memberikan warna baru dalam industri perfilman.”

Mengapa Drupadi? “Karena sosok Drupadi adalah simbol dari perjuangan perempuan yang menolak dijadikan komoditas dan selalu bertindak untuk memanusiakan dirinya,” tutur Dian.

Film Drupadi dijadwalkan untuk diluncurkan kepada umum sebagai bagian dari Jakarta International Film Festival (JIFFEST) Desember 2008.

Untuk informasi dan perkembangan film Drupadi, silakan kunjungi laman www.drupadithemovie.com atau tim kreatif dan komunikasi :

Tentang SinemArt

Sinemart didirikan oleh Leo Sutanto, Sentot Sahid, Heru Hendriyarto dan Lala Hamid tahun 2003. Adalah Leo Sutanto, yang telah berkarir lebih dari 25 tahun di panggung perfilman, yang memiliki keinginan dan obsesi untuk menberikan karya-karya yang inspiratif baik di layar kaca maupun film namun juga harus membumi dan dapat diterima luas oleh publik. Seperti visi SinemArt, yang merupakan gabungan tiga kata : ‘Sinema’, ‘art’ dan ‘mart’. Terobosan besar SinemArt dalam industri hiburan televisi adalah adaptasi film layar lebar “Ada Apa Dengan Cinta?” (2003) yang menjadi sebuah serial TV paling sukses saat itu. Proses audisi para pemeran dikemas dalam bentuk reality show berskala nasional pertama di Indonesia. Sejak saat itu berbagai terobosan dan inovasi menjadi bagian dari proses kreatif. Hingga kini, SinemArt telah bertumbuh dengan pesat dan menjadi rumah produksi terkemuka di Indonesia, dengan portfolio lebih dari 100 judul sinetron dan beberapa film layar lebar di mana hampir semua produksi Sinemart mendapat tanggapan positif dari publik. Hal ini bisa dilihat dari angka rating yang selalu tinggi dan banyaknya jumlah penghargaan yang diterima. Informasi lebih lanjut tentang SinemArt bisa didapat dari laman www.sinemart.com.

Film Drupadi adalah kerjasama ketiga antara SinemArt dengan Dian Sastrowardoyo. Kerjasama pertama adalah film Ungu Violet (Rako Priyanto, 2005) dan yang kedua adalah serial TV Dunia Tanpa Koma (Maruli Ara, 2006) yang berhasil meraih sebagai Sinetron Terpuji Festival Film Bandung tahun 2007.

Lampiran 1 Karakter Utama dan Tim Produksi

Karakter Utama

DRUPADI ( Dian Sastrowardoyo)

Drupadi digambarkan sebagai wanita paling jelita di jagat yang lahir dari api. Dalam Mahabharata, karakter Drupadi sangat menonjol selain karena kecantikannya, ia juga sangat cerdas, berani dan tak segan mengungkapkan pendapatnya. Drupadi melawan saat dirinya dijadikan barang taruhan.

Hingga akhir cerita, Drupadi terus mencari keadilan saat perang Bharatayudha.

YUDHISTIRA (Dwi Sasono)

Putera Dewi Kunti dan Betara Dharma yang memiliki sifat sangat bijaksana. Sabar, tak pernah membunuh, tak pernah ikut perang,dan baik hati. Kelemahannya hanya satu: gemar bermain dadu dan gampang ditipu.

BHIMA (Ario Bayu)

Putera dari Dewi Kunti dengan Betara Bayu yang bertubuh besar dan kekar, nyaris menyerupai raksasa. Ia sangat sakti, jujur, setia namun juga garang dan pemarah. Bhima tidak pernah menyembah siapapun, termasuk terhadap dewa.

ARJUNA (Nicholas Saputra)

Putera Dewi Kunti dengan Betara Indra. Paling tampan di seluruh jagad, sakti dan ahli memanah. Adalah Arjuna yang memenangkan Drupadi dalam pertandingan busur, tapi kemudian Drupadi dipersembahkan kepada seluruh Pandawa. Arjuna adalah putera Pandawa yang paling dicintai Drupadi.

NAKULA (Aditya Bagus Santosa )

Putera kembar Dewi Madrim dengan Batara Aswin. Berkekuatan 100 tenaga manusia.

SADEWA (Aditya Bagus Sambada )

Sadewa adalah putera Dewi Madrim dengan Batara Aswin Ia saudara kembar Nakula dan bungsu dari Pandawa. Mempunyai kepandaian 100 cendekia dan bijak bagai 100 resi.

ADIPATI KARNA (Donny Alamsyah)

Adipati Karna adalah kakak tiri Pandawa. Ia putera Dewi Kunti dengan Batara Surya. Saat itu Kunti masih remaja, tak sengaja ia memanggil Dewa dengan sebuah mantra dan terjadilah percintaan yang membuahkan Karna. Karena saat itu Kunti masih belia, Karna dibuang di sungai Gangga dan diangkat anak oleh pasangan sais kereta di Hastina, kerajaan tempat Kurawa memerintah. Karna diangkat sebagai Adipati dan menjadi bagian Kurawa. Kelak dalam perang Baratayudha, ia berperang membela Kurawa dan melawan adiknya sendiri, Arjuna.

SUYUDANA ( Whani Darmawan)

Suyudana adalah raja Hastinapura, ia putera Prabu Destarata dan Dewi Gandari, tertua dari 100 bersaudara. Seratus bersaudara ini dikenal dengan nama Kurawa. Kejam, penuh kedengkian dan selalu iri dengan apa dimiliki para sepupunya, Pandawa.

DURSASANA (Djarot B. Dharsono)

Putera kedua Kurawa, berwajah raksasa, gemuk, keji dan mengerikan. Dalam permainan dadu di mana Drupadi dipertaruhkan, Dursasana diperintah untuk mengambil Drupadi. Karena Drupadi menolak, Dursasana mempermalukan Drupadi dan berusaha memperkosanya di hadapan seluruh Kurawa

PATIH SENGKUNI (Butet Kartaredjasa)

Sengkuni adalah paman Kurawa, adik dari dewi Gandari. Ia bersifat licik dan penuh muslihat. Arsitek manuver Kurawa adalah Sengkuni. Permainan dadu yang kemudian kelak membawa kedua kelompok sepupu ini kepada sebuah peperangan terbesar di jagad ini, adalah Sengkuni agar semua yang dimiliki Pandawa berpindah tangan. Konon dadu Sengkuni terbuat dari tulang-tulang manusia.

ANGGOTA KURAWA LAINNYA diperankan oleh murid-murid Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

TIM PRODUKSI

Produksi : SinemArt Pictures

Produser Eksekutif : Leo Sutanto, Elly Yanti Noor

Sutradara : Riri Riza

Produser : Mira Lesmana, Dian Sastrowardoyo, Wisnu Darmawan

Skenario : Leila S.Chudori

Diambil dan ditafsirkan kembali dari kisah klasik Mahabharata

Co Produser : Butet Kartaredjasa

Co Produser : Novi Christina, Mitzy Christina, Cindy Christina

Penata Kamera : Gunnar Nimpuno

Penata Musik : Djaduk Ferianto

Penata Artistik : Ong Hari Wahyu dan Mohammad Marjuki

Penata Tari : Sutopo Tedjobaskoro

Penata Kostum dan Stylist : Chitra Subijakto

Still Photographer : Anton Ismael- Third Eye Photography

Art work                               :        Ario Anindito

Penari : Padepokan seni Bagong Kussudiardja

diambil dari:http://blog.diansastrowardoyo.net

SLANK Kudeta KPK. Bim bim Pimpin KPK Seumur Hidup

SLANK, LAWAN KORUPSI

Tentu bukan beneran, ini melanjutkan kisah Dian Sastro dan Luna Maya yang memimpin Indonesia 2009-2014.

————

Dibawah Kepemimpinan Dian Sastro dan Luna Maya pada tahun 2009-2014, kita benar-benar merdeka dan sejahtera, namun kita belum merdeka dari satu hal yaitu ”KORUPSI”, SLANK artis paling gencar yang melakukan gerakan anti korupsi pun jengah, dan pada akhirnya rencana kudeta KPK pun berhasil dilaksanakan.

SLANK menilai kinerja KPK mandul dan gak berani ambil keputusan tegas, yah semua tahu yang namanya ‘Komisi‘ dalam susunan ketatanegaraan kita masih berada dibawah ‘Dewan‘. Dibali itu SLANK ternyata tahu, bahwa lambannya kinerja KPK akhir-akhir ini salah satu penyebabnya karena mereka dipilih oleh anggota Dewan yang punya prinsip UUD (Ujung-ujungnya Duit), berdasarkan laporan dari Badani Intelijen SLANK (BIS) yang selalu valid 1001%, bahwa ketua KPK yang dipilih oleh anggota dewan juga memberi uang serupa seperti kasus Miranda Gultom… (harap dipahami, disini saya tidak menyebut nama ketua KPK dan periode berapa, hehehehehe….).

Rakyat Indonesia GERAM, MARAH, dan Bersatu padu dibawah komando tabuhan drum bim bim karena mengetahui fakta ini, semua bergerak melakukan KUDETA BUNGA (seperti Revolusi Bunga di Portugal, hhehehe…), dan rakyat kita serempak memilih bim bim untuk pimpin KPK seumur hidup…. Serta menuntaskan kerja KPK menggantung Koruptor tanpa ampun, menggantung pencuri uang rakyat…. hhahahahahahahaaaa

Hidup Dunia Artis…. Kalian pasti Bisa buat Indonesia lebih baik dengan berpolitik atau tidak berpolitik!!!

OSPEK Mengapa Tidak?

Kamis 27 Agustus 2008, sekitar pukul 05.00 pagi di Surabaya udara cukup dingin, beberapa warga daerah di Jalan Karang Menjangan terlihat baru turun dari Masjid melaksanakan shalat Shubuh, aku dalam separuh menahan kantuk menulusuri sepanjang jalan ini untuk mencari air mineral ukuran 1,5 liter, kios kecil yang aku tuju ditunggui oleh seorang perempuan berumur kira-kira 40 tahunan.

Ketika jarak antara aku dan kios itu tidak lebih dari sepuluh meter, tiba-tiba segerombolan anak muda laki-laki dan perempuan dengan mengenakan hem putih dan celana hitam serta sebuah topi yang dibuat dari pot plastik kecil seukuran kepala manusia berwarna hitam dilengkapai rumbai-rumbai berwarna-warni dari rafia, menyelonong saja dihadapan motor yang kunaiki, sontak aku kaget dan mendadak aku menahan kedua rem ditangan kanan dan kaki kananku. Mereka terlihat terburu-buru sekali pagi itu, dan diseberang jalan terlihat sudah ada beberapa kaum muda berbaris didampangi beberapa senior mereka, terdengar sayup teriakan kecil seorang laki-laki dan perempuan yang aku pastikan adalah senior mereka. Kaum muda itu adalah kumpulan mahasiswa baru, sejenak aku berpikir ”hari ini, hari masa pengenalan kampus atau biasa dikenal dengan OSPEK Fakultas. Mungkinkah mereka mahasiswa kampus A Unair?”

Lantas aku kemudian menuju ke kios itu, rasa haus yang sedikit tak membuatku nyaman harus segera aku hilangkan pikir dalam benakku. Aku kemudian turun dari motorku dengan keadaan mesin masih menyala, aku memarkirnya sangat dekat dengan kios. Lantas aku mengambil air mineral 1,5 liter yang ada dan langsung menanyakan harganya sembari aku menyodorkon uang lima ribu rupiah. Plastik penutupnya aku buka, dan tutup botol segera aku putar ke kiri dan… gluk… gluk… gluk.. gluk… ah segarnya, terasa nikmat sekali…

Ibu itu memberikan uang kembalian sebesar seribu lima ratus rupiah, sembari itu aku bertanya kepada ibu penjaga kios tersebut sambil menunjukkan tangan kananku ke seberang jalan dimana kaum muda tersebut berkumpul dan berbaris rapi ”Bu, sudah berapa lama mereka ada disini?”. ibu itu menjawab ”sekitar lima belas menit yang lalu”, pertanyaan itu cukup memberikanku sebuah penjelasan bahwa fakultas atau darimanapun asal mereka (panitia yang mengadakan OSPEK tersebut) tentu lebih hebat dari kampusku FISIP Unair (aku mengukur dari jam mulai seluruh peserta kumpul).

Kemudian aku kembali ke atas motorku dan berpamitan pada penjaga kios, aku menoleh dan ternyata barisan mereka sudah mulai sedikit masuk bahu jalan. Sambil penasaran dan ingin mencari tahu dari fakultas apa seh mereka?, aku memacu motorku ke tempat dimana kosku terletak tidak jauh dari itu.

—————-

OSPEK bagiku merupakan bagian ritual rutin memasuki dunia kampus, perbincangan ini sejak jaman dulu kala selalu menjadi pro dan kontra. Dan tetap dengan alasan yang serupa setiap tahunnya yaitu, dari tugas yang tidak masuk akal untuk ukuran mahasiswa, kemudian tugas-tugas yang susah untuk dikerjakan mengingat waktu yang begitu sempit dan sedihnya tugas itu dikerjakan sampai larut malam sehingga sulit dan susah untuk bangun sesuai jadwal yang kadang juga gak rasional seperti yang aku lihat diatas, belum lagi ketika udah berada dilokasi OSPEK selalu aja ada kesalahan yang muncul walaupun menurut kita tidak salah, memang udah menjadi rahasia umum kalau pasal pertama berbunyi senior tidak pernah salah dan pasal kedua jika senior salah lihat pasal satu.

Namun apapun isi pro kontra tersebut, anehnya setiap tahun ritual ini masih saja tetap ada dengan mengantongi ijin dari sebuah universitas, walaupun memang tak jarang beberapa fakultas, jurusan mencuri-curi ijin agar tetap bisa melaksanakan kegiatan ini. Yah terlepas dari apa yang ada di otak kita, ternyata dari tahun ketahunpun panitia untuk OSPEK masih juga tetap ada dan tetap diminati (motif mereka menjadi panitia pun bervariasi, mulai dari yang ingin mencari gebetan baru dengan mahasiswa baru atauun sesama panitia, atau juga ingin membuat OSPEK lebih baik dari sebelumnya, atau juga seperti yang ada dalam banyak pemikiran kita yaitu ”motif balas dendam”).

Hal yang lebih menarik aku cermati yaitu ternyata OSPEK ini menjadi sebuah ’identitas yang melebur dalam sebuah komunitas’, misalkan sebuah OSPEK pasti memiliki ciri sebagai identitas komunitasnya karena memiliki dampak jangka panjang pada sebuah komunitas tersebut bisa seperti rasa persaudaraan, kekerabatan, pertemanan sesama angkatan OSPEK yang kemudian terintegrasikan pada komunitas yang lebih besar.

Dalam perjalanannya ketika kita sudah berumur pada penghujung semester jika kemudian otak kita diputar untuk beromantisme dengan masa lalu pada file OSPEK maka kita benar-benar mahasiswa putih yang belum tahu kehidpuan kampus, salah satu yang mengenalkan kehidupan kita dalam dunia kampus ternyata OSPEK!!! [end]